Bayi yang baru lahir ibarat komputer baru yang hardisknya masih kosong, belum dipakai sama sekali. Belum ada data-data apapun didalamnya. Begitu juga dengan bayi yang baru lahir, belum ada data-data apapun dalam otaknya. Ia belum mengerti apapun yang terjadi disekitarnya. Bahkan belum mengerti makna dan bahasa apapun. orang tualah yang pertama kali mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi melalui ekspresi wajahnya, melalui gerakan tubuhnya, sampai ahirnya sibuah hati memahami sesuatu dan bisa mengucapkan kata-kata.
Seiring bertambahnya usia, ia pun tumbuh besar. Ia memiliki pengetahuan sederhana tentang sesuatu yang ada disekitarnya. Pengetahuan ini memberi keterangan tentang apa yang ia pelajari dan tangkap dari lingkungan sekitarnya. Disinilah akal mulai membentuk file-file didalam otak. Setiap kali mengetahui pengertian lain dari sebuah kata, terbentuklah sebuah file untuk pengerian tersebut. Tiap-tiap file secara khusus memuat pengerian tertentu. Maka, ketika sorang anak mendapatkan pengalaman dalam pengertian tertentu, akalnya akan merekam pengalaman itu dalam file khusus. (continue reading…)